Haji Reguler

Home / Haji Reguler
Spread the love

Apa itu Haji Reguler?
Haji Reguler hanyalah istilah yang diberikan kepada para jamaah yang berhaji menggunakan kuota pemerintah. Dinamakan Haji Reguler karena sistem pelaksanaannya dibawah otoritas dan instruksi pemerintah, sehingga setiap jamaah berada pada lingkup tanggungjawab pemerintah serta mendapatkan fasilitas yang sama (biasa). Tak ada jamaah yang mendapatkan perlakuan lebih dari jamaah yang lain kecuali para jamaah Haji Plus.

Ibadah Haji merupakan program akbar pemerintah setiap tahun. Kementrian Agama selaku divisi yang bertanggungjawab menangani program haji, terus melakukan evaluasi agar pelaksanaannya lebih baik dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, berbagai variabel yang mempengaruhi pelaksanaan haji seperti kualitas pelayanan, fasilitas yang disediakan hingga kuota jamaah terus ditingkatkan. Seperti apa hasil dari evaluasi itu?

Jumlah Kuota Haji Reguler
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi selaku tuan rumah sekaligus panitia pelaksana telah menentukan besarnya kuota yang didapat oleh suatu negara untuk mengirimkan para jamaahnya ke tanah suci. Besarnya kuota ini berbeda-beda setiap negara setiap tahun.

Negara kita mendapatkan porsi yang paling banyak diantara negara-negara lain. Mungkin karena jumlah penduduk Islam yang paling tinggi di dunia ada di negara kita menjadi salah satu alasan. Namun porsi itu masih tidak mencukupi untuk memenuhi animo masyarakat yang begitu besar terhadap Ibadah Haji.
Indonesia mendapatkan jatah sebesar 221.000 jamaah dari awalnya yang hanya sebesar 168.000 jamaah. Jumlah ini sudah termasuk tambahan yang diberikan Raja Salman sebesar 10.000 jamaah.

Jadwal Antrian Haji Reguler
Jadwal Antrian Ibadah Haji Reguler berbeda masing-masing provinsi. Seperti yang dilaporkan oleh media online Republika bulan Agustus 2017, lama antrian calon jamaah haji reguler sekitar 17-26 tahun. Penambahan kuota oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi semakin mempersingkat jadwal antrian jamaah.

Proses pendaftaran Haji Reguler
Berikut alur pendaftaran Haji Reguler sesuai informasi dari web resmi Kementrian Agama tahun 2017.
1) Calon jamaah haji menuju Bank Penerima Setoran (BPS) sesuai domisili dengan membawa KTP dan uang 25 juta rupiah sebagai setoran awal.
2) Calon jamah haji menandatangani surat pernyataan memenuhi syarat yang diajukan oleh Kementrian Agama RI.
3) Calon jamaah haji melakukan transfer ke rekening Mentri Agama sebesar setoran awal BPS BPIH pada cabang BPS BPIH sesuai domisili.
4) Penerbitan lembar bukti setoran awal oleh BPS BPIH yang berisi nomor validasi.
5) Dokumen bukti setoran awal BPIH ditempel pas foto calon jamaah haji ukuran 3x4cm dan bermaterai.
6) Calon jamaah haji mendatangi Kementrian Agama kabupaten/kota dengan membawa bukti setoran awal dan persyaratan lainnya sesuai ketentuan untuk diverifikasi kelengkapannya paling lambat 5 hari kerja setelah pembayaran setoran awal BPIH.
7) Calon jamaah haji mengisi formulir pendaftaran haji berupa Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) dan menyerahkannya kepada petugas Kantor Kementrian Agama Kabupaten/Kota.
8) Calon Jamaah Haji menerima lembar bukti pendaftaran haji yang berisi nomor porsi pendaftaran, ditandatangani dan dibubuhi stempel dinas oleh petugas kantor Kementrian Agama Kabupaten / Kota.
9) Kantor Kementrian Agama Kabupaten/Kota menerbitkan bukti cetak SPPH sebanyak 5 lembar yang setiap lembarnya dicetak/ditempel pasfoto calon jamaah haji ukuran 3x4cm.

proses pendaftaran haji reguler
Proses Pendaftaran Haji Reguler

Ongkos Naik Haji (ONH) Reguler
Biaya pendaftaran (setoran awal) secara global telah ditetapkan pemerintah sebesar 25 juta rupiah. Nominal ini terus dipertahankan sejak 2009 dari nilai semula yakni 20 juta rupiah. Sedangkan ongkos naik haji (direct cost) secara keseluruhan pada tahun keberangkatan 1438H/2017M telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp.34.890.312. Nilai ini memang paling murah diantara program haji yang lain.

Pertimbangan Mendaftar Haji Reguler
1. Konsumsi
Selama di Makkah, para jamaah haji reguler tidak mendapatkan jaminan makanan dari pemerintah. Mereka harus mengupayakan makan dan minum sendiri, entah masak ataupun membeli di rumah makan.
Namun, saat berada di Arafah, Muzdalifah dan Mina, para jamaah mendapat jaminan konsumsi dari maktab tempat mereka menginap. Begitu juga saat di Madinah.

2. Lokasi Penginapan
Point ini sangat penting untuk dipertimbangkan. Saat di Makkah, jamaah haji reguler ditempatkan pada lokasi penginapan yang bervariasi. Ada yang ditempatkan di ring 1 (+/- 2 km dari Masjidil Haram) ada juga yang ditempatkan di Ring 2 yang berjarak +/- 4km dari Masjidil Haram. Namun, Pemerintah telah menjamin tidak akan menempatkan para jamaah Haji terlalu jauh melebihi range 4km.

3. Durasi di Tanah Suci
Haji Reguler dilaksanakan dengan durasi terlama daripada program haji yang lain. Haji reguler memerlukan waktu 40 hari. Dengan perincian aktivitas sebagai berikut:
Durasi 20 hari dihabiskan di kota Makkah
Durasi 4 hari di Arofah-Mina
Durasi 6 hari di Madinah

4. Kekurangan
• Jadwal antrian sangat lama mencapai 26 tahun. Tentu ini sangat mengkhawatirkan, terlebih bagi para calon jamaah haji lansia (meski tidak menutup kemungkinan bagi calon jamaah haji usia muda). Masalah ini pasti menimbulkan beban pikiran, “Apakah saya mampu melaksanakan Ibadah Haji di sisa usia ini?’
• Lokasi pemondokan yang jauh harus menjadi bahan pertimbangan serius bagi calon jamaah khususnya bagi yang lanjut usia ataupun bagi yang memiliki fisik lemah. Jika anda membawa dana yang lebih, mungkin Anda bisa menyewa transport. Tentunya ini juga menambah pengeluaran.
• Selama di Makkah (20 hari), jamaah tidak mendapatkan tanggungan konsumsi. Mereka harus mengupayakan konsumsi sendiri, entah itu masak ataupun membeli sendiri di rumah makan.
• Jumlah jamaah yang sangat besar seringkali membuat panitia kesulitan mengaturnya. Tak heran jikalau tiap tahun kita sering dapat kabar, ada saja jamaah haji yang tersesat. Bahkan ada juga jamaah yang terabaikan hingga memakan korban. Peristiwa ini terjadi lantaran pengawasan yang kurang maksimal dari panitia.

Pergi ke tanah suci untuk beribadah haji semestinya dilaksanakan dengan sungguh-sungguh serta dipertimbangkan dengan matang-matang. Jangan sampai hal-hal yang berada diluar aktivitas haji mengganggu kekhusyuan kita beribadah. Maka dari itu, kami sarankan untuk mengeluarkan dana ekstra demi kenyamanan Anda. Karena hanya orang tertentu yang mendapat panggilan haji, bisa jadi kesempatan itu adalah kesempatan yang pertama sekaligus yang terakhir dalam hidup Anda. (Baca: Haji Furoda)

Call Now
Directions